Penulis: Laurie Friedman
Ilustrator: Tamara Schmitz
Penerjemah: C.N Murtiana
Penerbit: Read!
Tebal: 160 halaman berilustrasi
Cetakan: I, September 2006
Kehidupan di rumah mendadak tidak asyik lagi bagi Mallory sejak Max,
kakaknya, diperbolehkan memelihara anjing. Keputusan itu dianggapnya
mengesampingkan Cheeseburger, kucing piaraannya. Tentu saja Max protes
karena ia tidak suka kucing. Mallory terpaksa menurut karena
dilibatkan oleh orangtuanya. Anjing Max adalah tanggung jawab seluruh
keluarga. Maka mereka harus turut serta memilih, melatih, dan
merawatnya.
Mallory makin sebal karena Max ‘merebut’ Joey, sahabatnya. Joey
dimintai pendapat sebab ia berpengalaman memelihara anjing. Bahkan
hewan tersebut dibawa ke dokter, untuk memastikan bahwa diajak ke
sekolah pun tak mengapa. Mallory benar-benar merasa dibedakan, karena
seluruh perhatian tertumpu pada Champ si anjing.
Cerita novel ini sederhana dan sangat khas anak-anak. Pertengkaran
dengan saudara, kecemburuan, dan keputusan-keputusan nekat semisal
Mallory hendak mengurung diri di kamar seumur hidup bersama
Cheeseburger dan meminta Mary Ann berbelanja makanan dalam jumlah
besar untuk dirinya setiap hari. Terdapat petunjuk-petunjuk implisit
bagi orangtua untuk mendamaikan anak yang berebut perhatian serta
menetapkan aturan yang tegas.
Ilustrasi hampir di setiap halaman membuat Mallory vs Max kian cocok
untuk pembaca anak. Penerjemahannya relatif baik, kecuali istilah
‘Kentang Manis’ (panggilan Papa untuk Mallory) yang agak janggal.
