Cerita dari Lembah Fern

1. Hari Olahraga
Penerjemah: Widya Kirana
Judul asli: Sports Day
Penerbit: PT Gramedia
Tebal: 20 halaman
Cetakan: I, 1988
Beli di: HM Books

Saya sudah terpikat pada karya John Patience, yang menulis dan menggarap sendiri ilustrasinya, semenjak membaca kumpulan dongeng fantasi anak Witches, Wizards and Magical People. Lembah Fern yang dihuni para binatang menunjukkan suasana gotong-royong dan saling memedulikan. Termasuk ketika hari olahraga hendak dilaksanakan.


Satu catatan: ilustrasi Simon Swam mengingatkan saya kepada karakter Katak di novel klasik Wind in the Willows🙂


2. Rumah Baru Pak Rusty

Penerjemah: Widya Kirana
Judul asli: Mr. Rusty’s New House
Penerbit: PT Gramedia
Tebal: 20 halaman
Cetakan: I, 1988
Beli di: HM Books

Cocok sekali dibaca pada musim hujan dan banyaknya bencana banjir. Keluarga Rusty harus merelakan tempat tinggal mereka, namun para tetangga tidak berpangku tangan. Apa yang mereka lakukan?




3. Pencurian Alat-alat Drumband
Penerjemah: Widya Kirana
Judul asli: The Brassband Robbery
Penerbit: PT Gramedia
Tebal: 20 halaman
Cetakan: I, 1988
Beli di: HM Books

Tuan Trundel menyumbang alat musik untuk perayaan Hari Kemerdekaan. Namun ada yang ingin memilikinya begitu saja. Mereka adalah Snip dan Snap, dua ekor musang bertampang culas. Seperti dalam cerita klasik, musang ditampilkan sebagai figur yang licik dan jahat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s