Liburan di Peternakan Cherry

Judul asli: The Children of Cherry Tree Farm
Penulis: Enid Blyton
Penerjemah: Indri K. Hidayat
Penerbit: PT Gramedia (kini Gramedia Pustaka Utama)
Tebal: 256 halaman
Cetakan: I, Desember 1986
Beli di: GM Merdeka, Bandung
Harga: sekitar Rp 2.500,00 (tahun 1986-87)

Novel Inggris yang terdiri dari 24 bab ini, menurut saya, adalah
karya emas Enid Blyton. Berkisah tentang empat bersaudara: Rory,
Sheila, Benjy dan Penny yang dikirim berlibur di Peternakan Cherry
untuk memulihkan kesehatan mereka. Keempat anak ini bersemangat
mengerjakan aktivitas harian dan membantu Paman Tim serta Bibi Bess.
Kemudian mereka berkenalan dengan Tammylan, lelaki yang hidup di hutan
bersama para satwa dan disebut orang liar.

Adaptasi Benjy bersaudara di Peternakan Cherry dan Hutan Brock tidak
terlalu sukar. Mereka memang merindukan hawa segar di alam terbuka
serta memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap flora dan fauna.
Tammylan dengan sabar menjelaskan berbagai fenomena alam, termasuk
mitos keliru mengenai ular, kelelawar, hujan katak dan badai yang
kerap dianggap mengerikan. Benjy dan ketiga saudaranya diperkenalkan
dengan macam-macam hewan, termasuk tikus tanah dan cacing buta. Mereka
menyaksikan cerpelai memikat burung, berang-berang membuat sarang,
rubah yang diburu, ular berganti kulit, bahkan rusa beradu tanduk.

Sebagai yang paling menyukai hewan, Benjy lebih dulu akrab dengan
Tammylan dan sahabat-sahabatnya. Cerita paling menarik adalah saat ia
bermalam di pondok kayu lelaki itu pada hari ulang tahun dan
memperoleh hadiah bayi bajing. Benjy sangat sedih harus kembali ke
London, karena di apartemen mereka ia bahkan tak dapat memelihara
anjing. Sedangkan bajingnya akan tumbuh lebih sehat di wilayah
pedesaan seperti Peternakan Cherry.

Novel yang dilengkapi ilustrasi hitam putih di tiap bab ini
sangat cocok untuk mendekatkan anak-anak, usia tujuh tahun
ke atas sekalipun, dengan dunia fauna. Sesuai dengan isu penghijauan
bumi dan pelestarian lingkungan seperti yang banyak didengungkan belakangan ini.
‘Liburan di Peternakan Cherry’ layak dibaca oleh kalangan usia berapa saja,
kapan saja. Sebuah karya yang tak lekang dimakan masa.

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s