Anastasia Krupnik – Petaka di Dua Pesta

undefined
Penulis: Lois Lowry
Penerjemah: M. Rudi Atmoko
Penerbit: MLC
Tebal: 196 halaman
Cetakan: I, Maret 2006
Beli di: Bursa Buku Mizan, Gramedia Merdeka, Bandung
Harga: Rp 22.500,00 (diskon 50%)

Bagi Anastasia, perbuatan Nyonya Bellingham menempatkannya sebagai
pelayan sangat menghina. Ia berkeinginan menjadi Pendamping wanita
lansia dari kelas ekonomi atas sesuai film-film yang ditontonnya dan
menyebarkan iklan terperinci mengenai hal itu. Tak diduga, sesampai di
rumah Nyonya Bellingham, ia diharuskan mengenakan celemek dan
menggosok peralatan makan karena dua orang pembantu mendadak berhenti.

Walaupun sangat kesal, Anastasia tak mengundurkan diri dari
tanggungjawab. Ia telah meremukkan sendok perak Nyonya Bellingham
seharga tiga puluh lima dollar, sedangkan kedua orangtuanya tidak
mempunyai uang sebanyak itu untuk mengganti. Ia malah menyamar sebagai
wanita tua agar tidak terlalu malu di hadapan Daphne, cucu majikannya
yang sebaya dengan dirinya. Ternyata insiden di pesta ulang tahun
justru mendekatkan keduanya. Daphne mengutarakan ide jahil untuk
mengacaukan pesta sang nenek yang berikutnya, hanya karena wanita tua
itu memberinya hadiah boneka.

Kehangatan keluarga Anastasia ditonjolkan benar dalam novel ini.
Kontradiktif dengan Daphne yang hampir selalu dimaafkan orangtuanya
sehingga membiarkan cat dinding kamarnya berwarna hitam, ayah
Anastasia tetap marah dan menegur putrinya ketika merusakkan piringan
hitam walau tak disengaja. Ia mencemaskan keakraban anak perempuannya
dengan Daphne dan lambat-laun Anastasia menyadari alasannya, kendati
ia segera mengetahui bahwa sahabat barunya tidak jahat.

Hubungan Anastasia dengan Sam dipaparkan sangat manis dan menyentuh.
Myron, sang ayah, bahkan melanggar kebiasaan untuk tidak berbohong
agar Anastasia yang belum menginjak empat belas tahun dapat menjenguk
Sam di rumah sakit. Inilah poin keteladanan yang saya sukai dari
novel-novel Anastasia. Kedua orangtuanya siap berbagi, menceritakan
pengalaman memalukan masing-masing, dan menjelaskan dengan terbuka
bahwa profesi mereka tidak memungkinkan untuk menjadi kaya.

Lois Lowry mengakhiri kisah dengan menenangkan, tak ada kebrutalan
yang perlu dicemaskan akan ditiru pembaca usia kanak-kanak. Anastasia
dan Daphne sama-sama belajar untuk mengenal Nyonya Bellingham lebih
baik, serta mengkomunikasikan keberatan-keberatan mereka agar tidak
merasa dirugikan. Lebih dari itu, Daphne juga mendapati bahwa
orangtuanya tak semembosankan yang ia kira.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s