Gadis Kecil Penjaga Bintang

Sub judul: Tamsil tentang Doa Untuk Anak dan Orang Tua
Penulis: Wikan Satriati
Penerbit: KataKita
Tebal: 71 halaman
Cetakan: I, Januari 2008
Beli di: Togamas, Bandung
Harga: Rp 14.875,00 (setelah diskon 15%)

Siapa bilang cerita anak yang religius tidak dapat diungkapkan dengan
indah tanpa mengurangi bobot pesan di dalamnya? Dengan cerdik, Wikan
Satriati mengolah dongeng-dongeng bernuansa keajaiban dan khayali
dengan basis doa-doa untuk anak dan orangtua sehingga Gadis Kecil
Penjaga Bintang
menjadi kumpulan cerpen yang asyik dibaca.

Doa Untuk Ayah Bunda: 8

Supaya anak-anak tidak lupa mendoakan orangtuanya, Wikan menuturkan
melalui seorang ibu bahwa doa itu akan membuat setiap anak memiliki
bintang yang memperindah masa tidurnya. Kemudian sang anak diajak
jalan-jalan oleh Bulan, tersentuh hatinya melihat para orangtua yang
usang karena terabaikan. Di cerpen pembuka ini, Wikan mengangkat doa
paling akrab sejak masa kanak-kanak kita yang berbunyi ‘Tuhanku,
sayangilah ayah-bundaku sebagaimana mereka mengasuhku di masa aku
kecil’.

Gadis Kecil dan Bintang Laut yang Terdampar: 8

Menggambarkan kepedulian seorang gadis cilik pada lingkungan, sehingga
tanpa kenal lelah melemparkan kembali bintang laut ke pantai. Cerita ini
menyiasati keterjagaan pembaca anak dengan menuturkan secara singkat
saja (dalam dua halaman) dan menyuguhkan pesan yang eksplisit.

Seorang Anak yang Bodoh: 8

Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak malas. Demikian
perkataan banyak orangtua di zaman saya dulu. Tetapi kenyataannya,
keterbatasan menyerap pelajaran kerap menggerus kesabaran sebagaimana
yang dirasakan karakter utama cerpen ini. Dengan jeli, Wikan
mendorongnya belajar dari satu fenomena alam sederhana: batu yang
berlubang karena terus ditetesi air. Mengingatkan saya pada peribahasa
Sunda: cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok.
Tongkat Ajaib Peri Kecil: 8,25

Tidak semua itikad baik menghasilkan dampak yang positif pula. Itulah
yang dikemukakan dalam cerpen ini. Wikan terlihat menegaskan bahwa
segala keajaiban datang dari Allah dan manusia kerap lupa diri bila
mendapat kemudahan yang tidak diduga-duga.

Rambut Panjang Aisha: 8

Mermaid alias putri duyung dikenal sebagai para pesolek yang sangat
membanggakan kecantikannya. Melalui karakter orang dewasa yang
diwakili Bibi Nymph, anak-anak dapat dibujuk secara asertif untuk
tidak terlalu menggandrungi penampilan fisik dan mensyukuri apa pun
karunia Allah, sesuai doa yang diucapkan saat bercermin.

Kristal Bintang Jingga: 8,25

Satu-satunya fabel dalam buku ini tetapi tak kalah mempesona dan jauh
dari menggurui. Saya banyak belajar mengenai penamaan karakter dalam
cerita anak yang simpel dan mudah diingat, perumpamaan yang cocok
namun tetap logis (kristal jingga sebagai alat transaksi), sekaligus
terpukau oleh petikan-petikan lagu musim panas seperti di bawah ini:

‘Kau tidak akan pernah punya terlalu banyak matahari.
Kau bisa tertidur dan bangun merayakan matahari,
dan matahari bisa membuatmu hangat ketika kau sedih.’ (halaman 60)

Perjalanan Doa: 8

Seperti yang dilakukan Wikan dalam buku pertamanya, Melangkah dengan
Bismillah, ia menutup dengan kisah singkat yang penuh makna. Perahu
sebagai simbol doa yang kita ucapkan setiap hari, pasti sampai ke
tujuan walaupun kita tidak melihatnya langsung.

Mengingat kalimat serba panjang yang digunakan dalam semua cerpen, ada
baiknya orangtua mendampingi anak saat membaca buku ini. Namun
kecantikan diksi yang disajikan Wikan, padu dengan ilustrasi yang
menyemarakkan tiap cerpen, menunjukkan bahwa anak-anak pastilah cukup
cerdas untuk menyerapnya. Tidak lupa ia menyertakan glosarium karena
banyaknya spesies hewan dan peristiwa alam yang menjadi materi cerita,
berikut sumber-sumber inspirasi yang ternyata sangat beragam. Bahkan
sebagian besar berasal dari bacaan dewasa, misalnya Catatan Pinggir
Goenawan Mohamad.

Jika Anda menyukai Melangkah dengan Bismillah, pastikan tidak
melewatkan Gadis Kecil Penjaga Bintang. Empat jempol untuk kreativitas
Wikan Satriati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s