Jack si Pelompat

undefined
Sub judul: Kisah Tentang Keberanian dan Kejahatan
Judul asli: Spring-heeled Jack, A Story of Bravery and Evil
Penulis: Philip Pullman
Penerjemah: Yashinta Melati F.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 128 halaman berilustrasi
Cetakan: I, September 2008
Beli di: Togamas, Bandung
Harga: 14 ribuan (setelah diskon 15%)

Panti asuhan senantiasa menghadirkan beragam cerita, antara lain
kengerian dan tekanan mengingat para pengelolanya yang bengis. Karena
itulah Rose, Lily dan Ned melarikan diri bersama Spangle si anjing.
Tetapi kalung emas warisan keluarga yang akan dijadikan bekal mereka
pergi jauh justru memicu petaka. Mack si Pelempar Pisau mendengar
perbincangan tiga bersaudara ini dan menggunakan segala cara untuk
memperoleh kalung tersebut.

Rose dan Lily kebingungan. Mereka diselamatkan oleh sosok misterius,
yang kerap dikira setan, yakni Jack si Pelompat. Tetapi persoalan
tidak tuntas begitu saja karena semakin banyak pihak yang menghendaki
mereka dan kalungnya. Mr. Killjoy dan Miss Gasket tidak tinggal diam,
mengingat upah pengurusan panti hanya akan dibayarkan bila penghuninya
sesuai kuota yang ditetapkan.

Novel terbaru Philip Pullman ini disemarakkan oleh ilustrasi Peter
Bailey berupa potongan-potongan komik yang terjalin utuh dalam plot
cerita. Peranan ilustrasi tersebut kian kuat dibandingkan karya-karya
Pullman sebelumnya. Saya menikmati keserakahan Miss Gasket yang tega
menelikung mitranya, ulah ugal-ugalan mereka yang menyeret polisi, dan
petualangan seru tiga bersaudara Summers yang mendebarkan.

Jack si Pelompat lebih dari sekadar menghibur. Dengan mempertahankan
karakternya yang misterius, kisah sang pahlawan sukses membuat saya
tergelak-gelak dan menuntaskan baca dalam satu jam saja. Antara lain
ucapan Ned saat menghadapi komplotan Mack, “Mestinya kau menjual
tampang mereka ke pabrik keju, untuk mengasamkan susu. Kau bisa
menjual tampang mereka ke tukang pos untuk menakuti anjing.”
(halaman
33)

Walaupun termasuk novel anak, sebaiknya JsP dikonsumsi
minimal oleh anak usia 10 tahun
karena banyaknya umpatan yang dilontarkan para tokoh cerita. Misalnya
‘perut puding jelek’ dan ‘hipokrit tua bermuka masam’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s