Keluarga Penderwick

undefined
Sub judul: Kisah Musim Panas Empat Kakak-beradik Perempuan, Dua
Kelinci, dan Seorang Anak Laki-laki yang Sangat Menarik
Judul asli: The Penderwicks; A Summer Tale of Four Sisters, Two
Rabbits, and a Very Interesting Boy
Penulis: Jeanne Birdsall
Penerjemah: Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 292 halaman
Cetakan: I, Maret 2008

Garis besar cerita

Keluarga Penderwick menghabiskan liburan musim panas dengan menyewa
vila di Arundel milik Mrs. Tifton. Mereka berkenalan dengan putra sang
pemilik tanah, Jeffrey, melalui pertemuan yang sangat unik dan tidak
disangka-sangka. Persahabatan empat bersaudara Penderwick dengan
Jeffrey Tifton begitu erat sehingga mereka terlibat dalam masalah anak
laki-laki itu.

Karakter favorit

Seluruh anggota keluarga Penderwick, termasuk mendiang Elizabeth yang
bijaksana. Mr. Penderwick yang lembut, Rosalind si sulung yang
mengingatkan saya pada karakter bernama serupa dalam novel anak
Tamasya Panci Ajaib, Skye si pemberang dan lebih suka menjadi pria
terhormat daripada wanita terhormat, Jane yang berimajinasi tinggi
dengan serial Sabrina Starr gubahannya, Batty yang sampai pertengahan
buku masih membuat saya berpikir bahwa dia anak laki-laki, juga Hound
si anjing.

Sub plot paling memesona

1. Ketika Skye berteriak marah kepada Mrs. Tifton karena menduga
ibunya meninggalkan mereka, bukan meninggal

2. Saat Rosalind terjatuh dalam kolam gara-gara melihat Cagney mencium
gadis lain, mendengar pemuda itu menyebutnya anak-anak dan
mengantarnya pulang bersama sang pacar.

3. Kala Jane merobek-robek halaman naskah terbarunya dengan frustrasi
dalam kamar. Saya menangis bersamanya.

4. Saat Hound mengejar Yaz, diikuti Jane yang langsung melolong. Saya
menangis juga di sini.

5. Tatkala empat bersaudara Penderwick dan Jeffrey mencuri dengar
percakapan Mrs.Tifton dan Dexter yang dilakukan sambil berdansa.
Sangat mengaduk-aduk emosi.

6. Ada satu lagi, namun jika saya bocorkan di sini maka Anda yang
belum membaca akan kehilangan tegangan dan serunya kisah tersebut.

Keistimewaan

Setiap karakter dibiarkan tumbuh dengan keterbatasan dan kelebihan
masing-masing. Rosalind yang terpukul, Skye yang melarutkan kesedihan
dengan memikirkan aljabar, Jane dengan proses kreatifnya dan peniruan
Mick Hart yang mencengangkan, Batty dengan sayap kupu-kupunya
mengatakan bahwa suatu hari kelak ia akan menikah dengan Jeffrey.
Persaudaraan mereka luar biasa, dengan tradisi Janji Kehormatan
Keluarga Penderwick beserta penentuan tugas sebagai Penderwick Tertua
yang Ada. Ditambah pergolakan batin dan konflik khas anak-anak pra
remaja, pengendalian emosi yang dikemas dengan kelucuan menyegarkan.

Kekurangan

Bisa dikatakan tidak ada. Saya tak dapat meletakkan novel ini sampai
halaman terakhir. Paling-paling bagian ‘muntah’ di beberapa halaman.
Syukurlah sewaktu membacanya, saya tidak sedang makan.

Kutipan favorit

..jika ada yang lebih buruk daripada orangtua yang meninggal, adalah
orangtua yang tidak ingin bertemu denganmu.

(halaman 109)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s