Melangkah dengan Bismillah

undefined
Penulis: Wikan Satriati
Penerbit: KataKita

Judul: 8
Mudah diingat, pas dengan tujuan. Melangkah dan Bismillah sama-sama mendukung makna ‘awal’.

Desain cover: 8
Sesuai untuk anak-anak, warna cerah membuatnya mudah ditemukan di antara tumpukan buku lain.

Bismillah, Kuawali Setiap Langkah dengan Nama-Mu: 8
Kisah seorang bocah yang mengalahkan kebengisan Raksasa Hitam dengan katapel dan ucapan Bismillah penuh keyakinan hati dikemukakan dengan lembut namun logis untuk pemahaman anak-anak maupun orang dewasa.

Alhamdulillah, Kami Bersyukur: 8
Saya sudah sering mendengar perihal kesabaran Ayyub. Tetapi kehadiran setan sebagai pengirim cobaan dan penyakit mengerikan membuat kisah ini terasa lain.

Assalammu’alaikum, Salam Sejahtera Bagimu: 8,5
Kombinasi dongeng dan kisah teladan raja Umar yang dikritik rakyatnya amat proporsional lagi mengena. Saya paling suka bagian yang menceritakan bahwa ribuan malaikat menjawab salam kita dengan salam. Kalimat salam benar-benar perlu diperhatikan.

Subhanallah, Alangkah Indahnya: 8
Ini kisah kesabaran dan kebesaran hati Muhammad yang juga telah berkali-kali saya dengar, antara lain dari ceramah Ustadz Zainuddin MZ di radio sewaktu kecil.

Laa ilaha illallah, Allah, Engkau Tuhanku: 8
Pendek tapi berkesan. Bahwa manusia perlu berusaha. Bahwa manusia tak boleh mengeluh. Bahwa manusia harus mencontoh kegembiraan pak tua meski hidupnya sederhana.

Astaghfirullah, Aku Menyesal: 9
Ini kisah favorit saya. Wikan Satriati sukses mengupas kisah si kancil dari kacamata berbeda. Sudah lama saya meyakini bahwa kancil itu binatang licik, seperti halnya kelinci yang kerap mengerjai hewan lain dalam dongeng dan komik. Dengan membaca kisah ini, insyaAllah anak-anak pun akan berubah pandangan dan menilai bahwa perbuatan kancil tidak layak ditiru. Seperti halnya dalam lagu “Si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun..”

Ladang Kata: 8
Kisah sederhana ini bagai rangkuman yang menunjukkan keterkaitan enam cerpen lain. Indah, indah sekali. Menggambarkan dengan jelas petikan ayat dari Surat Ibrahim yang menutupnya “kata-kata yang baik itu seperti pohon yang indah, akarnya kokoh menghunjam ke dalam bumi dan dahannya menjulang ke angkasa. Pohon-pohon itu selalu berbuah sepanjang musim.”

Kesimpulan:
Karya Wikan Satriati ini merupakan pedoman dan rujukan penting untuk menulis cerita anak dengan gaya tutur menyejukkan hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s