Orang-orang Tercinta

undefined
Penulis: Soekanto SA
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Tebal: xii + 160 halaman
Cetakan: II, Mei 2006
Beli di: Tisera, Jatos
Harga: Rp 29.000,00

Soekanto SA adalah sosok pendongeng piawai yang identik dengan majalah
Kuncung tahun 50-70an. Sudah cukup lama saya mendengar nama beliau,
juga ikhwal Orang-orang Tercinta yang banyak dipuji, alhamdulillah
buku ini berhasil saya peroleh juga.

Empat puluh delapan cerpen dalam buku ini dibagi menjadi dua bab
besar: Orang-orang Tercinta dan Anak-anak yang Bahagia. Kesemuanya
mengandung moral cerita yang nikmat untuk diresapi, baik oleh pembaca
anak maupun orang dewasa. Tak hanya dari segi pekerti secara umum,
namun juga kandungan pendidikan agama Islam.

Bagi mereka yang ingin mengenang masa kanak-kanak pada era 80-an, buku
ini teramat cocok. Saya terhanyut pada hari-hari harga masih serba
lima rupiah, dan lima puluh sudah mencetak kata ‘mahal’ dalam pikiran.
Begitulah yang tergambar dalam karya Pak Soekanto ini. Tak ada
nama-nama ala jaman sekarang seperti Bobby, Toni, Lusi, dan
sejenisnya. Beliau
menuturkan kisah demi kisah dengan gaya bahasa klasik ala novel-novel
Balai Pustaka, tetapi nyaman karena ceritanya serba singkat. Khas
tulisan untuk konsumsi anak.

Saya tersentuh oleh perhatian anak-anak kepada Pak Kebun dalam ‘Pak
Kebun, Gorengkan Sukun’. Juga kemesraan ayah dan anak dalam ‘Ayah
Duduk tertidur’. Anak-anak diajari perihal komitmen terhadap pekerjaan
melalui karakter Bu Mangku, seorang bidan, yang tak kenal lelah
membantu ibu-ibu sekampungnya melahirkan. Ada pula pertemuan dengan
tukang becak yang jujur dan baik hati, tidak mengambil keuntungan dari
seorang anak yang baru datang di kota dan tengah mencari alamat sanak
keluarganya. Tak semua cerita mengangkat karakter anak-anak, misalnya
‘Pertemuan dengan Guru Kamad’. Di sini karakter utamanya adalah
Gunarso, seorang insinyur, murid Pak Kamad.

Cerpen-cerpen dalam bab ‘Anak-anak yang Bahagia’ mengalir jernih dan
penuh hikmah. Saat membaca judul ‘Biji Sawi’, saya sudah menerka bahwa
isinya menyangkut surat Luqman. Pak Soekanto memaparkannya dengan
teknik bersahaja namun mengena di hati. Semua mengandung nasihat dan
tak bertele-tele. Membaca cerita demi cerita, saya merasa diingatkan
berkali-kali. Tak ubahnya karakter anak yang sombong dan ditampar
Engkong di cerpen ‘Sebutir Biji Mangga’ karena menghamburkan uang
orangtuanya sekaligus menghina anak lain yang kekurangan.

Setitik kekurangan terdapat pada cerpen ‘Sepeda Pak Bur’ (halaman 38).
Perubahan karakter utama ‘aku’ yang di bagian akhir mendadak menjadi
orang ketiga tunggal (Mamat) luput dari pemeriksaan editor.

Secara keseluruhan, buku ini sangat layak dibaca oleh para orangtua,
sebab menyampaikan pesan-pesan mendidik dalam hubungan ayah-ibu
dan anak-anak mereka.
Contohnya ibu yang tegas di cerpen ‘Makan yang Kenyang’. Caranya
memang tradisional sekali, sang ibu melerai anak-anak yang bertengkar
dan menyuruh mereka mandi dengan kalimat, “Cepat tetapi bersih, awas
kalau tidak bersih. Tidak kuberi makan…” (halaman 112). Entahlah apakah zaman
sekarang masih ada ibu yang mengatakan hal seperti ini, mungkin di
daerah saja.

Pak Soekanto secara tak langsung mengajarkan bahwa pesan dalam cerita
anak sebaiknya dikemukakan dengan eksplisit, misalnya, “Dapatkah kau
hidup bila tak ada udara yang ke luar masuk rongga dadamu? Dapatkah
kau melihat alam yang indah tanpa matamu? Dapatkah kau menikmati lagu
merdu tanpa telingamu? Kepada siapakah kau berterima kasih untuk
semuanya itu? Matahari yang menerangi bumi, siapakah penciptanya? Lalu
alam tempat kita tinggal dan hidup ini?” (halaman 80)

Buku ini membuktikan bahwa cerita anak pun mempunyai nilai sastra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s