Gadis Pendongeng

Judul asli: The Story Girl

Penulis: L. M. Montgomery

Penerjemah: Barokah Ruziati

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 368 halaman

Cetakan: I, April 2010

ISBN: 978-979-22-5701-4

Siapa bilang cerita anak-anak harus tipis dan menggunakan kalimat serba pendek? Montgomery menghidangkan kisah memikat dengan kosakata yang puitis dalam karya favoritnya ini. The Story Girl menginspirasi serial televisi Road to Avonlea yang ditayangkan di Kanada dan Amerika antara tahun 1990-1996. Dalam film itu, Sara Stanley dikisahkan berusia sebelas tahun, bukan empat belas seperti di buku ini.

Beragam rasa yang mencuat ketika membaca bab demi bab Gadis Pendongeng:

Geli, ketika Beverly dan saudara-saudaranya dihantui ketakutan mendengar suara lonceng misterius sehingga tidak berani memasuki rumah.

Risau, kala Dan dinyatakan keracunan karena makan ‘beri jahat’. Tapi selama ini saya makan beri hitam, baik-baik saja asalkan memang sudah matang benar:)

Merenung, karena Gadis Pendongeng dan saudara-saudaranya jelas mengemukakan bahwa mereka tidak suka ditertawakan oleh orang dewasa. Juga merasa dimarahi berlebihan walau bersalah melakukan kontes khotbah di hari Minggu dan membuat Sara Ray ketakutan.

Pedih, oleh kisah gadis Indian yang salah menembak pria pujaan hatinya dan mengira ia adalah binatang buruan.

Kagum, kepada Sara Stanley alias Gadis Pendongeng dengan bakat aduhainya sehingga cerita mengenai ular pun membuat orang dewasa menjadi tegang.

Geleng-geleng, karena Gadis Pendongeng mengajak Sara Ray melanggar aturan ibunya untuk nonton. Tetapi ia langsung melakukan pertobatan dan menebus dosa saat Sara jatuh sakit, bahkan ingin memasukkan kerikil ke dalam sepatu.

Tersenyum-senyum tatkala Gadis Pendongeng salah menggunakan serbuk dalam puding yang dibuatnya, dan mengira benda itu adalah serbuk jagung. Tidak sampai terbahak atau mengecam, karena saya sendiri tidak bisa memasak.

Di samping keagamaan yang sangat kuat dalam kisah Gadis Pendongeng ini, yang terpancar adalah ciri novel klasik berupa budaya keluarga di pedesaan yang melibatkan anak-anak dalam pekerjaan dan tugas rumah tangga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s