Gadis Cilik yang Belajar Dewasa

Rebecca of Sunnybrook Farm (Dover Juvenile Classics (Paperback))

Judul: Rebecca of Sunnybrook Farm

Penulis: Kate Douglas Wiggin

Penerbit: Dover Publications Inc, 2003 (pertama diterbitkan 1903)

Tebal:  208 halaman

ISBN: 0486428451 

 

But in the presence of all these chilly virtues you longed for one warm little fault, or lacking that, one likable failing, something to make you sure she was thoroughly alive. 

Fiksi klasik kelihatannya memiliki benang merah yang mirip. Demikian pula novel Amerika ini. Pada bagian-bagian awal, kala Rebecca Randall diperkenalkan, saya langsung teringat Anne of Green Gables dan Pollyanna. Berikut ini kesamaan mereka:

1. Anne, Pollyanna, dan Rebecca adalah gadis yang imajinatif dan ekspresif. Itu terlihat dari deskripsi alam yang bertaburan sepanjang cerita.

2. Mereka bertiga, karena sebab yang berlainan, diangkat anak dan dididik oleh orang lain. Bedanya, Rebecca dan Pollyanna tinggal bersama bibi mereka sendiri, sedangkan Anne adalah anak panti asuhan. Rebecca pun bukan anak yatim piatu, ‘hanya’ miskin dan telah kehilangan ayah. Ibunya memiliki banyak anak sehingga kala sang kakak, Miranda dan Jane Sawyer, mengulurkan tangan, Rebecca terpilih untuk menggantikan kakaknya, Hannah, untuk tinggal bersama mereka.

3. Seperti Pollyanna, ayah Rebecca tidak disukai pihak keluarga ibunya, bahkan dianggap sumber kemalangan dan tidak bertanggung jawab.

4. Sama dengan Anne, orangtua asuh Rebecca, yakni Bibi Miranda (kadang disebut Mirandy) dan Bibi Jane melajang hingga usia senja. Bibi Jane pernah berkeinginan menikah, namun tunangannya tewas di medan perang.

5. Seperti Bibi Polly-nya Pollyanna, Bibi Miranda keras dan galak. Lumrahnya seorang gadis cilik, Rebecca pernah merasa tidak betah tinggal di rumah bata, sebutan kediaman para bibinya di Riverboro. Akan tetapi Paman Jerry, pengemudi kereta yang mengantarnya pertama kali dulu, mengingatkan bahwa sang ibu di Sunnybrook amat menaruh harapan pada masa depan putrinya ini dan terlepas dari sikap garangnya, Miranda berjasa menyekolahkan Rebecca.

Kali lain, tatkala Rebecca menulis puisi seraya melamun atau berjalan-jalan di luar rumah, membaca buku dan bercerita, saya teringat The Story Girl. Gadis berusia sepuluh tahun ini bercita-cita menjadi penulis, seperti Emily dalam Emily of the New Moon (yang belum saya baca). Lantas, apakah keistimewaan novel yang sudah berkali-kali difilmkan ini?

Walau sangat belia, Rebecca belajar mengatasi kerasnya hidup. Ia berbela rasa dengan keluarga Simpson, yang bergantung pada belas kasihan warga karena anak mereka banyak juga. Lain dengan ayahnya yang sekadar pengkhayal, Abner Simpson panjang tangan dan acap kali menukarkan barang tetangga dengan barang lain yang dibutuhkannya.

Dalam novel yang penuh aksen arkaik ini, Kate Douglas Wiggin menyematkan pembahasan kelas tata bahasa. Rebecca bukan saja belajar memperbaiki ejaan saat menulis, konjugasi, tetapi juga menyanyi dan mengenal sastrawan besar seperti Ralph Waldo Emerson. Taburan puisi dan syair menjadikan Rebecca of Sunnybrook Farm terkesan berat sebagai bacaan anak, namun perlu disimak.

Kala menanjak remaja dan Rebecca mengenal Mr. Aladdin, panggilannya untuk seorang pria yang baik budi, saya sempat sangsi menggolongkan buku ini sebagai bacaan anak. Tetapi unsur romansanya sangat implisit, bahkan minim, kalah pamor oleh pelajaran menulis dan jatuh-bangunnya Rebecca mengenal aneka perangai manusia serta persoalan hidup. Sebagaimana sajak Rebecca berikut ini:

Then if our lot be bright or sad, 

Be full of smiles, or tears, 

The thought that God has planned it so 

Should help us bear the years. 

Akhir kata, siapkan tisu sebelum membaca. Anda akan tahu mengapa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s