Kisah Klasik Tentang Hati yang Sunyi

Judul: The Secret Garden, Persahabatan Sejati di Tengah Taman Rahasia
Penulis: Frances Hodgson Burnett
Penerjemah: Rien Chaerani
Penerbit: Qanita, 2009
Tebal: 460 halaman
ISBN: 9786028579100
 
Setelah mengetuk batin banyak orang tua, terutama para ibu, dengan Little Lord Fauntleroy, Frances Hodgson Burnett kembali menyajikan karya sepanjang masa berjudul The Secret Garden. Para penyimak buku klasik ini tentu mengetahui benar bahwa kisah Mary Lennox dan Colin tersebut sama sekali tidak beraroma misteri, meski memang menyimpan teka-teki.
Setelah orang tuanya meninggal, Mary pindah dari India dan tinggal di rumah pamannya di Inggris. Sang paman, Archibald Craven, menetap di rumah yang sangat besar dan sepi. Ia sering bepergian untuk keperluan bisnis serta jarang sekali bercakap-cakap dengan keponakannya ini. Mary kemudian berkenalan dengan adik Martha, seorang pelayan. Bocah bernama Dickon itu memiliki kemahiran khusus berinteraksi dengan satwa. Lambat-laun Mary yang tidak pandai bergaul merambah dunia baru, merasa kerasan di kediaman Mr. Craven, terutama kala menyibak keberadaan taman yang ditutup semenjak istri pamannya tiada.
Di rumah itu, ada pula seorang anak lain. Putra semata wayang Archibald, Colin, yang senantiasa terbaring dalam kamar lantaran sakit menahun. Mary menemukannya secara tidak sengaja pada suatu malam. Ia menggugah sepupunya itu secara bertahap agar menyukai alam bebas dan tidak bermuram durja karena diabaikan oleh sang ayah.

Buah pena Burnett yang mendunia ini pernah diterjemahkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama pada tahun 1980-an. Akan tetapi dalam versi tersebut, cerita dibuat lebih ringkas. Tidak ada keterangan terperinci mengenai apa yang dialami Mary di India, ihwal ibunya yang tak pernah menyingsingkan lengan baju untuk merawat dan bermain dengan putri tunggalnya, pula penyebab sikap Archibald yang mengucilkan diri dan terkesan angker. 

Kendati Secret Garden ‘wajah baru’ ini cukup tebal, ilustrasi yang tersisip membuat cerita kian memukau bagi anak-anak. Penerjemah pun berhasil mengolah dengan baik dialog-dialog yang dikemukakan dalam aksen Yorkshire. Pendek kata, Secret Garden cocok dikonsumsi pembaca anak, remaja, maupun dewasa.

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s