Masa Kecil Si Pitung

Judul: Si Pitung Superhero Betawi Asli
Penulis: Soekanto SA
Penerbit: DAR! Mizan, 2009
Tebal: 156 halaman
ISBN: 9789797529567

Pernah dengar legenda Si Pitung? Pahlawan pembela rakyat miskin ini bisa disandingkan dengan Robin Hood. Sejak kecil, Pitung prihatin melihat nasib warga pribumi di sekitarnya. Mereka bukan hanya ditindas Belanda, tetapi juga para centeng yang serakah sehingga tega mengkhianati bangsa sendiri.

Pitung bertemu dengan Haji Naipin, yang menjadikannya sebagai murid. Ia tidak langsung diajari bela diri, tetapi mulai dari hal paling sederhana. Untuk bernapas, misalnya. Haji Naipin menyampaikan bahwa teknik bernapas tidak semudah yang kita pikirkan. Dan yang paling sukar, bersabar. Seorang pendekar tidak boleh mengumbar amarah. Apa lagi mempertontonkan kemampuan. Oleh karena itu, Pitung menahan diri saat burung kesayangannya diminta Sinyo Brouwer.

Haji Naipin membekali Pitung secara rohani pula. Beliau berpesan, “Jadilah orang yang tak pernah mati, selalu hidup. Tidak hanya sekali dua kali, tapi selalu hidup bagi orang lain.” (hal. 61). Pitung mencamkan benar pesan itu dan memutuskan untuk turun tangan menghadapi kesewenang-wenangan begitu menginjak dewasa.

Kisah Si Pitung tidak asing bagi masyarakat Indonesia, termasuk dalam bentuk film. Tetapi tidak banyak yang menceritakan masa kecilnya. Pak Soekanto SA, penulis senior ini, menepiskan mitos bahwa Pitung adalah orang sakti dan kebal senjata. Ia tetap manusia biasa, dengan semangat membara dan hati yang mulia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s