Little Men, Setiap Anak adalah Unik

Judul: Little Men

Penulis: Louisa May Alcott

Penerbit: Atria

Penerjemah: Mutia Dharma

Penyunting: Ida Wajdi

Pewajah isi: Aniza

Tebal: 453 halaman

Cetakan: I, Januari 2011

“Nah, Dan, larilah kalau kau harus, tapi jangan terlalu jauh, dan kembali padaku cepat, karena aku sangat membutuhkanmu.”

Itu salah satu komentar Jo kepada anak asuhnya di sekolah khusus anak laki-laki yang dia kelola bersama suaminya, Profesor Fritz Bhaer. Kebetulan Dan adalah anak ‘liar’ yang telah terbiasa hidup di jalan sejak kecil, sehingga saat ‘dikurung’ dalam sebuah rumah, betapa pun nyaman dan penuh cintanya rumah itu, Dan selalu merindukan kebebasan. Maka Jo merelakan Dan pergi sejenak, untuk memuaskan hasratnya akan kebebasan, karena dia yakin cinta dan kasih sayang akan membawa Dan kembali kepadanya.

Dalam buku ini, saya seolah menemukan pandangan lain dari ungkapan bahwa anak adalah kertas kosong, yang akan dibentuk dan diisi oleh orang dewasa di sekeliling mereka. Louisa May Alcott mengisahkan dua belas anak laki-laki dengan berbagai sifat dan karakter bawaan mereka. Ada yang senang berfilsafat dan kurang menyukai kegiatan fisik, ada yang hanya senang kegiatan luar ruang, ada yang sangat perhitungan dengan uang, dan sebagainya. Mungkin sifat-sifat dasar itu tidak akan pernah berubah apa pun didikan yang diberikan Jo dan Profesor. Tapi kebaikan dan prinsip-prinsip mulia yang mereka tanamkan kepada anak-anak itu diharap akan selalu terbawa hingga mereka dewasa, sehingga melengkapi sifat yang mereka miliki sejak lahir.

Little Men adalah buku sederhana yang manis, berisi kumpulan kisah di sekolah Plumfield. Tidak ada konflik yang rumit, namun bersama Tommy, Demi, Nat, Billy, Franz, Emil, Jack, Rob, Teddy, Dolly, Dick, dan Dan, kita diajak tersenyum dan tertawa menikmati dunia yang polos dan damai. Kisah tentang pohon dedalu yang mendengarkan berbagai percakapan lucu anak-anak, kisah petak-petak kebun yang menghasilkan panen sesuai ketekunan pemiliknya, serta cerita-cerita menarik yang dikisahkan tokoh-tokoh dalam buku ini.

Meskipun sederhana, namun Alcott tetap berhasil menyentak rasa haru pada beberapa potongan kisah. Seperti ketika Dan pergi dari Plumfield, atau saat Demi kehilangan orang yang dia sayangi. Alcott juga tidak melupakan interaksi anak-anak lelaki ini dengan anak perempuan, dan menghadirkan sosok Daisy, Nan, dan Bess yang memegang peran cukup penting dalam kehidupan mereka. Bagaimanapun, dalam kehidupan nyata mereka tentu tidak mungkin terpisah dari sosok perempuan. Dan saya pun kembali tertawa membaca kisah anak-anak berbeda gender ini mencoba saling memahami perbedaan di antara mereka dengan cara yang polos.

Sebagai tambahan informasi, Jo yang dimaksud di sini adalah Josephine dari kisah Little Men dan Good Wives. Ketiga putri pasangan March kini dikisahkan sudah memiliki anak dan sebagian di antara mereka bersekolah di Plumfield. Memiliki sekolah khusus anak laki-laki memang adalah impian Jo. Meskipun buku ini tetap dapat dinikmati tanpa harus membaca dua buku sebelumnya, jika boleh memberi masukan, ada baiknya beberapa nama tokoh dijelaskan. Karena saya sempat bingung karena mengira Laurence dan Teddy adalah dua orang yang berbeda. Dan setelah membaca ulang, saya baru sadar bahwa Teddy adalah nama panggilan kesayangan Jo untuk Laurence.  Terjemahannya sendiri membuat buku ini enak dibaca karena sangat menjiwai nuansa yang dihadirkan Alcott.

Advertisements

4 Comments

  1. wahaha, mbak uciii, thank you masukannya, tdnya aku mau kasih keterangan juga, aku sendiri yg ngedit musti mengulang gitu supaya nyambung dg penyebutan nama-nama. tapi belakangan, kayaknya males deh *dasar!* soalnya buku alsinya juga gt sih *alesan*

    Reply

  2. Ah, Ida…kamu jadi ngerjain yang baca ya 😀
    Kalo aku karena ditambah faktor U, suka lupa juga anak ini yang mana anak itu yang mana, banyak sih 12 orang hehehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s