Si Lorax, Permainan Kata dan Isu Pencemaran Lingkungan

Penulis: Dr. Seuss

Penerjemah: Maria Antonia Rahartati Bambang

Penerbit: Banana Publisher

Cetakan: I, Agustus 2007

Tebal: 60 halaman full color

Beli di: stan Lawang Buku, Pameran Buku Bandung

Harga: Rp 10.000,00

Sedari dulu, isu lingkungan hidup tidak pernah sepi menjadi pembicaraan berbagai kalangan, khususnya yang peduli. Menggugah anak-anak untuk menoleh pada keadaan bumi yang tengah sakit, dikarenakan ulah penghuninya sendiri, merupakan ide yang tidak baru tetapi menjadi segar karena kreativitas penulis ternama yang sohor dengan karyanya, Cat in the Hat ini.

Kisah dipaparkan oleh Pak Konon Tua, dengan imbalan uang. Dia menuturkan keterpikatannya melihat pohon Truffula, menebangi sebatang dulu untuk membuat alat serbaguna. Kendati Lorax memprotes atas nama warga hutan di sekitarnya, Pak Konon Tua tutup telinga. Keuntungan besar membludak, keserakahan menyeruak. Ia masih tidak mau ambil pusing saat Lorax menyampaikan bahwa para Binbulat, binatang berbulu cokelat, kehilangan sumber pangan.

Rima yang digunakan penulis bernama asli Theodorus Seuss Geisel ini terbilang sederhana, barangkali karena persoalan lingkungan hidup sudah cukup ‘berat’ untuk konsumsi anak. Toh, itu tidak mengurangi daya kreatif penerjemah menyelipkan kata-kata ceria seperti ‘rumput grikgrak’ dan lema yang relatif jarang dalam buku anak, mungkin juga buku dewasa di masa sekarang, yakni gaek.

Rating: 3/5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s