Miss Potter

Novel ini memang bukan buku anak, tetapi ada kaitannya dengan bacaan anak:)

sumber: Goodreads

Judul : Miss Potter, The Novel
Penulis: Richard Maltby Jr.
Penerbit: Frederick Warne Publishers Ltd, 2006
Tebal: 192 halaman
ISBN: 0723258619

Saya lebih dulu menonton filmnya dan ketika membaca novel yang ditulis scriptwriter-nya ini, sulit melepaskan aksen London era Victoria Renée Zellweger yang begitu hidup dan menjadikan kepembacaan semakin mudah dijiwai, sehingga saya membutuhkan waktu lama dan merasa sayang untuk buru-buru menuntaskan buku yang relatif tipis ini.

Bagi para penggemar dan pelaku kreasi buku anak, Beatrix Potter sama sekali bukan nama yang asing. Wanita yang sejak kecil bersekolah di rumah ini terbiasa melihat alam dan pemandangan sekitar, mengakrabinya dan menuangkannya dalam sketsa. Miss Potter adalah penulis fabel yang menggambar sendiri ilustrasi aneka hewan yang ia sebut teman.

Uniknya, seniman satu ini pernah memiliki buku harian yang ditulis dengan kode-kode rahasia. Ketika menemukannya kembali pada suatu hari, Miss Potter sendiri tidak mengerti isinya dan begitu bisa memecahkan kode tersebut, ia tersipu-sipu.

Kemampuan Miss Potter menggambar sketsa hewan yang sedemikian detail adalah berkat pengaruh orangtuanya sendiri secara tidak langsung. Ayah-ibu Miss Potter sangat protektif dan membatasi pergaulan kedua anak mereka, namun mengizinkan Beatrix dan adiknya, Bertram, memelihara binatang. Rupert Potter, ayah Beatrix, menyimpan talenta seni dan senang menekuni fotografi, tetapi ia memilih dunia hukum sebagai profesi.

Sebagaimana dalam film, novel ini mendeskripsikan sosok Beatrix yang semula berniat tidak menikah seumur hidup, sikap ekspresifnya, dan aneka peristiwa yang digelontorkan dengan jenaka. Sangat mengharukan saat Beatrix ragu-ragu menerima lamaran Norman Warne tetapi Millie, adik Norman sekaligus kawan karibnya yang juga lajang, justru mendorong Beatrix untuk segera menikah. Saya dibuat tersenyum-senyum lagi tatkala Norman dan Beatrix mendapati Miss Wiggin, wanita yang ditugaskan Mrs. Potter mendampingi putrinya ke mana-mana, tertidur selagi mereka berbincang.

Tidak keliru menjatuhkan pilihan pada Richard Maltby, Jr untuk menggarap novel ini. Selain amat setia pada cerita filmnya, sehingga saya merasa menyaksikan film secara tertulis, Richard dibekali segudang pengalaman di Broadway dan menyabet tiga penghargaan, di antaranya Tony Award. Seperti halnya buku-buku yang diangkat dari film, Miss Potter juga disisipi foto-foto berbagai adegan yang berwarna.

dari situ

Di United Kingdom, didirikan Beatrix Potter Society pada tahun 1980, antara lain untuk menjaga hak cipta dan orisinalitas karya-karya seniman yang juga disebut diarist ini.

Menonton film dan membaca novel Miss Potter sama-sama menyimpulkan satu kata: B-e-a-u-t-i-f-u-l.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s