Dongeng-dongeng Tak Lekang Masa

goodreads.com

Judul: Gadis Korek Api

Penulis: Hans Christian Andersen

Penerjemah: Ambhita Dhyaningrum

Penerbit: Atria, 2011

Tebal: 267 halaman

ISBN: 9789790244627

Menurut Norman Berdichevsky dalam artikelnya, Hans Christian Andersen’s “Fairy Tales” for Adults …and How To Fight Terrorism di newenglishreview.org, masyarakat Amerika telah keliru melabeli karya-karya Andersen sebagai dongeng yang dimaksudkan semata untuk anak-anak. Kebanyakan subjek yang diangkat penulis kelahiran Denmark ini justru kemiskinan yang kelam, kematian, psikologi anak, ketidakadilan sosial, kepongahan, dan cintanya yang mendalam terhadap tanah air.

Dalam blognya, Calah Alexander mengemukakan pendapat menarik sebagai berikut:
Fairy tales, then, are not responsible for producing in children fear, or any of the shapes of fear; fairy tales do not give the child the idea of the evil or the ugly; that is in the child already, because it is in the world already. Children intuitively know that this world is a frightening place. There are horrors present at every corner and behind every shadow. When you take away fairy-tales from the child you are not taking away fear; you are taking away the child’s ability to combat fear. Exactly what the fairy-tale does is this: it accustoms him for a series of clear pictures to the idea that these limitless terrors had a limit, that these shapeless enemies have enemies in the knights of God, that there is something in the universe more mystical than darkness, and stronger than strong fear.

Terkait kebutuhan orang dewasa akan dongeng, saya menyitir pemaparan Silvia Hartmann dalam An Essay about Fairy Tales & Magic:

It is not just the children who need new fairy tales, but it is at this time especially the adults who need an antidote to the “evil witch programming” they themselves received when they were children.

HC Andersen adalah salah satu ‘kawan’ masa kecil saya, walaupun dalam bentuk komik. Tentu saja saya tertarik untuk menyimak versi teks utuhnya, apalagi saya penyuka kumpulan cerpen.
Di sini saya semakin yakin bahwa dongeng bukanlah peruntukan anak-anak semata, karena orang dewasa pun memerlukannya. Terlebih beberapa cerita dituturkan amat panjang meski dibantu ‘menghela napas’ dengan sub judul. Salut untuk penerjemah yang bisa merampungkannya dalam tempo kurang dari dua bulan.

Favorit saya ialah Angsa-angsa Liar (berjudul asli The Wild Swans). Perjalanan Elise menegangkan sekali, dan saya sempat bermimpi buruk karena hantu-hantu kuburan yang dikisahkan dalam cerita ini. Saya juga menaruh simpati kepada Elise.

Kutipan paling keren:
“Jangan sampai kita terus menyudutkannya karena kesalahan kecil. Lebih baik kita memusatkan perhatian kita pada sisi-sisi baiknya.” (hal. 210)

Kekurangan buku ini satu saja, tidak ada daftar isi.

Rating: 3/5

Advertisements

4 Comments

  1. Wow, kutipannya keren banget. “Anak-anak yg secara intuitif tahu bahwa dunia ini menakutkan”. Aku sepakat, membaca dongeng (yang menakutkan) tidak tdk akan lebih menakutkan buat mereka, justru akan mengajari mereka melawan ketakutan itu sendiri. Izin share di facebook ya…. Tengkyu…. ^_^

    Reply

    1. Terima kasih kembali Mia, telah meluangkan waktu menjenguk dan membaca tulisanku. Jadi tambah semangat:)

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s