Karakter-karakter yang Tak Terlupakan dalam Fiksi Anak

1. Huckleberry Finn. Saya lebih suka dia daripada Tom Sawyer.

2. George alias Georgina (Lima Sekawan). Sewaktu kecil, cita-cita saya adalah jadi cowok.

3. Sara (A Little Princess). Gadis kecil yang tabah dan tidak memikirkan diri sendiri sekalipun berada dalam kesukaran.

4. Raksasa baik hati (The BFG). Sindirannya kena, para raksasa yang buas sekalipun tidak pernah membunuh sesamanya.

5. Anne Shirley (Anne of Green Gables). Daya khayalnya tinggi, spontan, meledak-ledak, tapi gadis berambut merah ini berhati penyayang.

6. Mary (Secret Garden). Sifat kurang baiknya, yang kemudian terkikis perlahan, adalah akibat diabaikan sang ibu yang terlalu gemar bersolek dan menganggapnya seolah tidak ada.

7. Kiki si kakaktua (Seri Petualangan Enid Blyton). Tentu tak lepas dari kemahiran penerjemahnya yang menghasilkan kalimat “Cul, si kadal muncul!” dan “Tingtong bal!”. Saya pernah mengidamkan punya kakaktua di rumah, tapi setelah dipikirkan kembali, malah bisa stres.

8. Sakasavon (Seri Sakasavon). Naga yang unik karena mengeluarkan gelembung sabun dari mulutnya, bukan semburan api.

9. Pippi Langstrump. Sepertinya karakter yang hanya tinggal bersama kuda dan monyet sehingga polisi dan petugas sosial menyerah ini berperan besar sehingga saya berani sering di rumah sendirian.

10. Skye (The Penderwicks). Pemberang dan lebih ingin jadi pria terhormat daripada wanita terhormat. Saya ikut sedih ketika Skye mendengar orang menjelek-jelekkan almarhumah ibunya.

11. Bartimaeus. Jin narsis yang memesona, menenggelamkan Nathaniel si penyihir.

12. Lotta. Si bungsu yang doyan ngambek.

13. Adik (Seri Adikku yang Nakal). Perilakunya membuat saya tergelak-gelak dan membayangkan, mungkin kebandelan saya masa kecil juga memusingkan sekali bagi orangtua dan kakak.

14. Mama dan Papa (Seri Tamasya Panci Ajaib). Pasangan yang bergembira dan mencintai anak-anak mereka yang terbilang banyak untuk ukuran lingkungannya, serta melibatkan anak-anak itu dalam upaya dan petualangan yang serbamenarik.

15. Heidi. Saya jarang menangis membaca buku anak. Heidi-lah yang pertama menjebol bendungan itu.

16. Ceddie (Little Lord Fauntleroy). Hasil didikan baik seorang ibu yang tidak menaruh dendam.

17. Lotte dan Luise (Lotte Rangkap Dua). Tak bisa ditandingi oleh versi filmnya sekalipun.

18. Anastasia Krupnik. Rasanya hampir semua yang membaca seri ini jatuh hati pada Anastasia (dan Sam, pada kasus saya) serta mengharapkannya dilanjutkan.

19. Orang-orangan Sawah dan Manusia Kaleng (Wizard of Oz). Bukan berarti karakter lain tidak istimewa, namun penggambaran kedua makhluk ini yang amat logis, tetap tidak makan dan tidur, sukar dilupakan bagi saya.

20. Tammylan (Liburan di Peternakan Cherry). Satu dari sekian karakter fiksi yang mendorong cita-cita saya tinggal dekat alam bebas, kendati tidak bisa berbicara dengan binatang seperti dirinya.

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s