Dongeng Baru, Dongeng Lama

Burung Emas dan Cerita-Cerita Lainnya

 

Judul: Burung Emas dan Cerita-cerita Lain

Penulis: Marie-Claude Monchaux, dkk

Penerjemah: V. Bayu A.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: ketiga, Mei 1994

Tebal: 136 halaman

Menatap covernya saja, sudah terasa ada keberbedaan. Dominan warna abu-abu yang tidak ‘populer’ di buku anak, yang biasanya serbacerah dan warna-warni. Belum lagi profil anak perempuan dan rusa yang sedang menangis. Apakah memang cerita-ceritanya sedih? Ya, memangnya kenapa kalau begitu? Bukankah bersedih adalah pembelajaran menunjukkan emosi yang penting dan merupakan bagian dari kehidupan?

Elemen-elemen ceritanya masih terasa ‘konservatif’ meski masih ada penulis yang menggunakan formula itu sampai sekarang. Misalnya saja, saudara tiri dan ibu tiri yang jahat.

Tidak diragukan sejak kisah pertama, bahwa nama panjang dan terkesan sukar seperti Vassilissa tak perlu menjadi rintangan. Wajar saja sebab kisah perdana ini diambil dari legenda Slavia yang ditulis ulang oleh Marie-Claude Monchaux. Keunikan lain terlihat pada judul dongeng kedua yang panjang: Laut yang Bernyanyi, Apel yang Bersenda Gurau, dan Anak Burung yang Pandai Bercerita (hal. 17).

Sejumlah dongeng di buku ini adalah saduran karya Grimm. Terlalu banyak kisah menawan di dalamnya sehingga saya bingung menentukan yang favorit. Dari segi ilustrasi saja, saya terkenang-kenang terus pada Si Kucing, Si Burung Gereja, dan Si Buyung Kecil (hal. 59). Keterampilan penerjemah mengalihbahasakan tampak pada nama ‘Tuit-tuit’ serta di dongeng sesudahnya, Mata Satu, Mata Dua, dan Mata Tiga (hal. 65):

Mehehe karena laparku,
datanglah meja kecilku!

Dalam buku ini ada juga kumpulan Cerita Baru, dengan kata lain bukan olahan dongeng klasik melainkan hasil karya orisinal beberapa penulis.

 

 

Advertisements

8 Comments

    1. Saya beli seken di toko online, tapi bertahun-tahun nunggunya dan rebutan karena banyak peminat sedangkan yang ditemukan hanya satu eksemplar.

      Reply

  1. Aku punya buku ini, dulu…sebagai hadiah ulang tahun ku waktu berumur 7 tahun, cerita nya bagus bagus…nggak bosen bacanya..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s