Belajar Menyukai Diri Sendiri

Judul: I’m Glad I’m Me, Poems About You

Penulis: Jack Prelutsky

Ilustrasi: Nancy Meyers

Penerbit: Scholastic, 2006

Tebal: 32 halaman

librarything.com

Sumber gambar

Tepatnya insting ketika menemukan buku yang terlihat ‘tak berharga’ tapi sebenarnya luar biasa adalah kebahagiaan tak terkira bagi saya. Buku tipis ini berada di salah satu rak impor seken Togamas Supratman dua hari yang lalu. Seperti memanggil-manggil saya untuk membawanya ke kasir, apalagi harganya hanya 15 ribu rupiah (belum diskon 5%). Judulnya membuat saya jatuh cinta.

Buku ini berisi 21 puisi kanak-kanak. Seperti yang tercantum di cover belakangnya, Twenty-one poems that will entertain you, inspire you, and celebrate you for who you are!

Menumbuhkan kepercayaan diri anak sering saya temukan sebagai elemen parenting baik dalam diskusi maupun bahasan buku-buku psikologi. Seorang teman baik mengatakan pula, rendah diri alias minder bertetangga dekat sekali dengan sombong. Bahasa anak sekarang, narsis. Dengan kata lain, banyak orang berlaku pongah karena menutupi kekurangan atau tidak pernah dipuji sama sekali. Tentu, memupuk kepercayaan diri ini ada rambu-rambunya supaya tetap proporsional. Salah satunya untuk menyukai diri sendiri lebih dulu, sebagaimana tecermin jelas dalam buku ini.

Saya sudah tertawa oleh puisi I Know All The Sounds That The Animals Make (hal. 7):

I squeak like a cat and I quack like a frog,

I oink like a bear and I honk like a hog,

I croak like a cow and I bark like a bee,

no wonder the animals marvel at me.

 

Ada juga renungan-renungan khas anak kecil, yang mungkin masih menghinggapi orang dewasa (termasuk saya) kini, di hal. 13:

he says someday I’ll start to win…

I hope someday is soon.

 

Kemudian kekesalan seorang anak ketika adiknya lahir dan merasa kurang diperhatikan:

I wish she’d stop being a baby

and start being older than me

(hal. 14)

 

Juga hari bad mood-nya:

I don’t want to stop my not wanting …

I’m having that kind of a day.

(hal. 21)

 

Kreativitas puisi, selain rima, juga permainan kata seperti berikut ini:

I’m Twaddletalk Tuck and I talk and I talk

(hal. 22)

 

Hal paling sederhana menjadi sarana bersyukur dalam Be Glad Your Nose Is on Your Face. Sedangkan I’m All Mixed Up mengingatkan saya pada gaya tulis anak gaul yang mencampuradukkan huruf besar dan kecil. Tak kalah unik, Tomorrow’s My Unbirthday. Mengetengahkan bahwa hari selain ulang tahun bukan berarti kurang spesial.

Dan tentunya, penutup yang cemerlang:

I’m glad I’m me, I’m glad I’m me,
There’s no one else I want to be.
I’m happy I’m the person who
Can do the things that I can do.

If I were someone else, then I
Would feel so strange, I’d wonder why.
I’m positive that I’d be sad –
But I am me, and I am glad.

Lima bintang pun tidak cukup untuk menggambarkan istimewanya buku ini buat saya:)

 

Advertisements

8 Comments

  1. omg. Aku mau dong bukunyaa!! xD
    oh iya. Kunjungan pertama.. SALAM KENAL! 🙂
    bagus banget bukunya! bisa beli dimana ya TT________TT
    thanks for posting :’)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s