Inkheart

Judul: Tintenherz, Inkheart

Penulis: Cornelia Funke

Penerjemah: Dinyah Latuconsina

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2009

Tebal: 536 halaman

inkheart

Buku pertama trilogi Inkworld ini berkisah tentang Meggie, putra seorang ‘dokter buku’. Ayah Meggie, Mortimer – yang biasa dipanggilnya Mo, biasa menjilid ulang buku-buku yang rusak dimakan kutu atau karena penyebab lainnya. Profesi Mo yang demikian menarik merupakan salah satu daya pikat novel fantasi remaja peraih predikat bestseller versi New York Times ini.

Dalam filmnya, Mo diperankan oleh Brendan Fraser dan cukup jarang digambarkan bersentuhan dengan aktivitas uniknya tersebut. Tentu saja dalam buku, informasi itu terpapar lebih gamblang. Apabila Mo mengajak Meggie bepergian dikarenakan pekerjaan, ia terbiasa meminta izin begitu saja kepada guru. Memang Mo-lah satu-satunya yang dipunyai gadis cilik itu sebab sang ibu telah menghilang saat ia masih sangat kecil dan tidak mengingat apa pun tentangnya sama sekali.

Kehidupan yang serba manis dan indah, sebagaimana cerita-cerita dalam buku bacaan Meggie, berubah seketika. Staubfinger muncul di rumah mereka dan Mo langsung membawa putrinya ke rumah Elinor, bibi ibunya. Lama Meggie baru menyadari bahwa Staubfinger adalah sosok dalam buku yang dibacakan Mo suatu masa dan tersedot keluar. Meggie juga mengetahui bahwa sesungguhnya ibunya tidak pergi begitu saja, namun Mo menyimpan segalanya dengan sangat rapi bahkan dari Elinor.

Staubfinger merindukan dunia ‘aslinya’ dalam buku Tintenherz, sedangkan Mo menginginkan istrinya kembali. Sayang, novel fantasi itu telah sangat sukar ditemui. Beberapa eksemplar yang tersisa dicuri anak buah Capricorn, tokoh antagonis yang sangat menikmati lingkungan barunya sejak lama. Maka Mo dan Staubfinger harus tarik-menarik dengan Capricorn untuk melaksanakan keinginan masing-masing melalui Tintenherz. Petualangan yang kerap kali menyerempet maut ini menjadikan mata Meggie kian terbuka bahwa kisah-kisah di buku belum seberapa menegangkan dengan yang dialaminya sendiri.

Para pecinta buku akan menikmati novel ini. Bukan semata karena profesi langka Mo, tetapi juga hubungan eratnya dengan Meggie dan pertentangan sejumlah karakter. Bahkan Gwin si musang memiliki porsi tersendiri yang lebih terang dibandingkan versi layar lebarnya. Anda akan menemukan jawaban apa dan siapa yang dimaksud dengan Inkheart.

Skor: 4 bintang

Advertisements

4 Comments

  1. Nah, iya. Di film aku tahunya Mo cuma pecinta buku, karena nggak ada adegan dia memperbaiki buku atau semacamnya.

    Trus, ibunya Meggie kan hilangnya saat Meggie masih sangat kecil. Tapi pas ketemu lagi, Meggie langsung tahu bahwa itu ibunya. Di sini ada celah yang bikin filmnya agak janggal.

    Aku belum baca bukunya, tapi pasli lebih enak baca daripada nonton filmnya. Film terbatas banget, cuma ‘dijatahi’ 2 jam untuk buku setebal 500an halaman 🙂

    Reply

    1. Iya Nik, kalau di buku ada tips-tips merawat buku segala. Dari sanalah aku tahu, misalnya, membiarkan buku dalam keadaan ditekuk/terbuka bisa merusak buku itu:)

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s