Apa yang Diceritakan Batu-batu?

Judul: Batu-batu Bercerita

Penulis: Eva Y. Nukman

Editor: D. Liana

Penerbit: Tiga Ananda (imprint Tiga Serangkai), 2012

Tebal: 64 halaman

Sebenarnya saya masih “betah” di Baruagunuang, atau setidaknya menunggu “diajak” penulis ke wilayah yang berdekatan. Tapi baru beberapa halaman kemudian saya menyadari, Mido dan Alvin kali ini bepergian ke Sumatra Selatan. Tepatnya Pagaragong, Kabupaten Lahat. Bukan untuk sekadar berlibur dan bersenang-senang, melainkan keperluan ayah Alvin yang meninjau situs purbakala. Menarik disimak karena saya pernah meminati profesi arkeolog semasa remaja.

Di sinilah dijelaskan pertanyaan yang mungkin terlontar membaca “situs”, mengingat kata itu identik dengan web. Mido dan Alvin mengenal perwajahan lain kehidupan anak-anak, perkara harapan melanjutkan sekolah yang menipis, profesi pemecah batu yang tidak menjanjikan tetapi terpaksa dijalani oleh anak-anak sekalipun.

Cerita ini secara tidak langsung mengemukakan bahwa “pemenuhan hak anak” yang dianggap memprihatinkan jika menjadi pekerja di bawah umur tidak sesederhana yang dibayangkan orang. Saya termenung membaca ihwal penggali pasir yang kena razia karena dianggap merusak lingkungan namun tidak memperoleh jalan keluar yang lebih baik. Dengan sangat halus diperlihatkan kesadaran Mido dan Alvin sehingga tidak merasa “paling malang sedunia” kendati ada keterbatasan.

Kisah pemecah batu dengan rinciannya mengundang rasa ingin tahu saya. Sangat saya harapkan bisa dipaparkan lebih panjang. Di lanjutannya, barangkali?:)

Skor: 3,5/5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s