Aku Sayang Ibu

akusibu

Sumber gambar

Penulis: Watiek Ideo

Penerbit: GPU, 2015

 

Judulnya tampak “senada” dengan buku-buku sejenis, namun kumpulan cerita bergambar ini menyimpan kejutan istimewa. Selain karya ilustrator yang berbeda-beda untuk tiap cerita, kisahnya menggunakan pengalaman anak yang “unik” dalam arti masih jarang diangkat ke buku anak padahal sebenarnya banyak ditemukan di dunia nyata.

Pemilihan cerita pertama saja sudah mengesankan, termasuk kalimat pembukanya. Kehidupan anak-anak pemulung (beribukan seorang pemulung) yang ceria dan menikmati kesederhanaan, tidak pula malu akan pekerjaan ibunya. Ketika mengisahkan anak yang orangtuanya berpisah, tokohnya tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Malah ia tetap bisa berkegiatan dengan ibunya, membuat prakarya bersama.

Ada juga cerita yang menyentuh tentang anak-anak panti asuhan. Saya belajar jawaban bijak Bunda di situ. Kelihatannya klise, tapi nyatanya memang anak-anak yang “entah di mana orangtuanya” itu kerap diejek sesama. Acung jempol karena dihadirkan pula cerita anak yang ditinggal ibunya bekerja di luar negeri. Pemahaman sangat sederhana bahwa ke luar negeri bukan melulu “pilihan yang bergaya”, malah kadang terpaksa.

Menariknya lagi, ada dua sisi cerita yang bersinggungan dengan penyakit ganas menahun. Anak yang menderita kanker, lalu ibu yang menderita kanker pula. Disajikan dengan ringan, menghibur, dan enak dibaca berkali-kali.

Masukan saya satu saja: sinopsisnya di sampul belakang akan lebih jelas terbaca jika dilatari warna polos.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s