Posts by bruziati

Freelance translator, full time reader, food lover, pacifist, and likes to dream the impossible dreams...

Little Men, Setiap Anak adalah Unik

Judul: Little Men

Penulis: Louisa May Alcott

Penerbit: Atria

Penerjemah: Mutia Dharma

Penyunting: Ida Wajdi

Pewajah isi: Aniza

Tebal: 453 halaman

Cetakan: I, Januari 2011

“Nah, Dan, larilah kalau kau harus, tapi jangan terlalu jauh, dan kembali padaku cepat, karena aku sangat membutuhkanmu.”

Itu salah satu komentar Jo kepada anak asuhnya di sekolah khusus anak laki-laki yang dia kelola bersama suaminya, Profesor Fritz Bhaer. Kebetulan Dan adalah anak ‘liar’ yang telah terbiasa hidup di jalan sejak kecil, sehingga saat ‘dikurung’ dalam sebuah rumah, betapa pun nyaman dan penuh cintanya rumah itu, Dan selalu merindukan kebebasan. Maka Jo merelakan Dan pergi sejenak, untuk memuaskan hasratnya akan kebebasan, karena dia yakin cinta dan kasih sayang akan membawa Dan kembali kepadanya. Continue reading →

Advertisements

Pencarian Jati Diri Seorang Ilmuwan Cilik

Judul: The Evolution of Calpurnia Tate
Penulis: Jacqueline Kelly
Penerbit: Matahati
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Nadya Andwiani
Tebal: 383 halaman
Cetakan : Pertama, November 2010

Menjadi seorang ilmuwan bukanlah pilihan yang populer bagi seorang gadis di abad kesembilan belas. Gadis-gadis di zaman itu disiapkan untuk menjadi istri yang baik, yang menguasai tugas-tugas rumah tangga seperti memasak dan menjahit, juga ahli dalam kerajinan tangan yang mengutamakan keindahan seperti menyulam dan merenda. 

Calpurnia Virginia Tate berusia sebelas tahun dan satu-satunya anak perempuan dari tujuh bersaudara keluarga Tate yang terpandang di kota Fentress, Texas. Ayahnya adalah pemilik kebun kapas ratusan hektar serta satu-satunya pemilik pabrik kapas di wilayah tersebut. Sang ibu tentu mengharapkan putrinya menjadi gadis anggun yang kelak akan menjadi panutan masyarakat. Continue reading →

Suddenly Supernatural: School Spirit

Pengarang: Elizabeth Cody Kimmel
Penerbit : Little, Brown Young Riders
Tebal: 316 halaman
Terbit: Juni 2008

Saat ini semakin banyak bermunculan novel remaja dengan tema kekuatan supernatural. Hal-hal gaib tampaknya tidak lagi menjadi barang terlarang bagi anak-anak, malah menarik untuk dijadikan bahan cerita. Dalam buku ini, tokoh utamanya bahkan masih sangat muda, kelas tujuh SMP.

Hidup Kat Roberts sudah cukup menderita karena memiliki ibu seorang medium, orang yang bisa berhubungan dengan arwah. Bukan hanya karena dia takut menjadi bahan ejekan teman-temannya, tapi karena para arwah juga senang melanggar batas. Meskipun ibu Kat sudah menyiapkan ruangan khusus di rumah mereka untuk memanggil arwah, namun tetap saja Kat harus mengalami kejadian gaib sepanjang waktu. Suhu yang mendadak turun drastis, benda-benda yang melayang sendiri, sampai suara-suara tanpa wujud.

Gawatnya lagi, beberapa hari setelah ulang tahun ketiga belas, Kat juga mulai melihat penampakan arwah. Awalnya Kat tidak mau mengakui kenyataan tersebut. Dia tidak berminat menjadi medium, dia hanya ingin hidup normal seperti anak-anak seusianya. Namun dengan bimbingan sabar ibunya dan dukungan sahabatnya Jac, Kat paham bahwa dia bisa menggunakan kemampuannya untuk menolong orang.

Sebagai kisah remaja, novel ini menyuguhkan intrik yang biasa ditemui di SMP. Ada kelompok cewek populer yang jutek, ada keinginan untuk bisa diterima dalam pergaulan, serta persahabatan manis yang membuat kehidupan ‘keras’ di sekolah terasa lebih ringan. Konflik dalam buku pertama ini juga cukup menarik. Kat harus mencari tahu apa yang membuat sosok hantu di sekolahnya, hantu seorang gadis berusia 17 tahun, masih terus berkeliaran di sekolah setelah empat puluh tahun meninggal. Jika Kat berhasil menemukan jawabannya, arwah gadis itu bisa melanjutkan ke dunia selanjutnya.

Meskipun ini buku remaja, saya dengan jujur mengakui beberapa kali ikut kaget bahkan merinding membaca penampakan-penampakan yang dilihat Kat. Tapi tentu saja tidak berlebihan karena Kimmel menghadirkan banyak humor di sepanjang cerita. Selain menyisipkan berbagai informasi mengenai medium dan fenomena supernatural, Kimmel juga menanamkan pesan moral untuk tidak selalu menilai orang dari penampilan luarnya saja.